Dipandang Sebelah Mata

Telur atau ayam, duluan yang mana?

Hayo, tentu saja kita semua sudah sering mendengar teka-teki itu. Tetapi pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas tentang teka-teki lawas tersebut, melainkan tentang telur dan ayam. Mungkin terdengar remeh sekali. Siapa sih, yang tidak pernah memakan telur ataupun ayam? Apalagi akses terhadap kedua bahan pangan tersebut sangatlah mudah. Hanya jalan beberapa meter saja dari rumah Anda, di pinggir jalan sudah terdapat gerobak pedagang kaki lima yang menjual ayam goreng hingga ayam bakar ataupun panggang. Bisa juga Anda menemu pedagang sate keliling, atau bubur, yang semuanya mengandung ayam di dalamnya.

Selain itu, mengenai telur. Telur merupakan salah satu bahan pangan yang sangat sering sekali ditemui di masakan: di makanan asin  seperti telur mata sapi, telur dadar, hingga di makanan yang manis seperti kue tar, panekuk, dan juga nastar. Rasanya tabu bila tidak ada telur pada kulkas Anda. Kalau tidak pun, biasanya sudah dalam bentuk yang siap makan seperti kukis dan biskuit.

Begitu sering kita menjumpai kedua bahan makanan itu juga di nasi goreng pinggir jalan. Bahkan, ritel perusahaan ayam goreng multinasional dengan merk dagang ayam krispi dan fast food telah menjamur di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Tak bisa dibantah juga, ada yang sangat menggemari keduanya itu. Dari barat hingga ke timur, sudah pasti keduanya ini hadir dalam menu dengan olahan yang khas dari negara masing-masing. Saya pun sangat menyukai ayam dan telur, terutama bila sudah dibalur dengan bumbu-bumbu khas nusantara maupun yang dimasak dengan ala ala masakan barat. Wah, mendengar namanya saja sudah membuat perut keroncongan saking favoritnya. Bagaimana? Sudah terpikir akan telur masak dari restoran Padang?

Berbagai opini tentang ayam dan telur banyak di benak tiap orang, tetapi bagi tubuh Anda, yang terbaca adalah khasiat telur dan ayam yang tinggi protein. Tentunya Anda pernah mendengar yang namanya protein, yakni ialah zat yang dibutuhkan tubuh untuk bertumbuh. Bukan hanya untuk anak-anak, namun protein sangat berguna bagi tubuh, tak mengenal usianya. Para olahragawan contohnya, membutuhkan protein untuk pembentukan otot sehingga akan mendapat massa otot yang dikehendaki.

Tetapi, meski mengetahui manfaat telur dan ayam sebagai sumber gizi yang dahsyat, karena isu-isu negatif yang dilontarkan dan hilir mudik di kehidupan kita sehari-hari, banyak yang memutuskan untuk mengurangi konsumsi sumber protein ini sampai seminimal mungkin.

Untuk kasus telur, banyak yang mengatakan bahwa telur penyebab bisul. Tetapi sesungguhnya, bagi Anda yang tidak mempunyai histori alergi telur tidak perlulah khawatir, karena bisul sendiri adalah reaksi tubuh yang alergi terhadap barang yang dianggap asing, demikianlah yang telah dijabarkan di sebuah artikel pada pinsarindonesia.com. Telur adalah sebuah bahan makanan yang sungguh bergizi. Tertera pada Wikipedia, telur mengandung tinggi vitamin B12 dan B2 yang berguna sebagai antioksidan dan memproduksi sel darah merah. Tidak jarang orang berpendapat: Tidak mau makan telur sebab kolesterolnya tinggi, padahal sebenarnya yang terkandung pada telur sendiri adalah kolesterol yang baik. Faktanya, mayoritas orang menderita kolesterol dikarenakan memakan masakan yang dimasak dengan minyak yang berulang.

Ibu saya termakan kabar burung bahwa ayam broiler disuntik hormon sehingga cepat besar. Tetapi pada akhirnya, saya menepis prasangka ibu terhadap ayam broiler. Seperti yang telah ditulis dalam pinsarindonesia, justru dosis hormon satu kali suntik bisa mencapai 5 USD, jauh di atas harga jual ayam peternak biasanya. Alasan ayam broiler cepat bertumbuh adalah semata-mata karena hasil persilangan genetika puluhan tahun yang disempurnakan, seperti halnya juga persilangan yang dilakukan pada hasil pertanian.

Ayam dan telur mempunyai protein dan khasiat yang tinggi. Hal tersebut sudah tidak diragukan lagi. Sebuah realita ironis di Indonesia bahwa masyarakat Indonesia rata-rata lebih memilih untuk membeli rokok dibanding dengan membeli ayam dan telur yang sudah jelas-jelas bisa mencerdaskan dan bergizi tinggi bagi tubuh. Marilah kita, yang telah mengetahui fakta-fakta di atas, mulai mensosialisasikan manfaat memakan telur dan ayam. Toh tidak ada salahnya berbagi ilmu dengan sesame kita, bukan? Terlebih pada tanggal 15 Oktober 2017 nanti, kita memperingati Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) dan World Egg Day (WED). Di hari tersebut, ayolah kita semua ikut mengambil bagian di dalamnya.

Telur dan ayam, tidak masalah duluan siapa, asalkan keduanya kita konsumsi rutin supaya menjaga agar tubuh sehat, juga otak pun ikut cerdas!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s