Dari Nubi hingga Mimin

“Sundul, Gan!

Coba tebak, di manakah kita bisa mendengar istilah gan? Pastinya sudah tidak asing lagi mata kita membaca frasa tersebut. Bahkan, dua kata tersebut telah menjadi judul sebuah film yang menceritakan tentang situs ini, forum Indonesia yang namanya sudah bergelora di hati para netizen dari dahulu kala, tak lekang generasi ataupun hobi. Ya, itulah Kaskus. Dibuat pertama kali di negeri Paman Sam tahun 1999, yang kemudian dikembangkan bersama dengan Ken Dean Lawadinata dengan timnya, Andrew Darwis menjadi citra social media yang menjadi wajah di masyarakat Indonesia.

Semenjak munculnya teknologi nirkabel, semenjak maraknya globalisasi di tahun 1990 di mana Tim Berners-Lee menciptakan World Wide Web, semua dari kita perlahan-lahan terhubung dengan sebuah jaringan raksasa yang bernamakan internet. Komputer yang dulunya sebesar rumah hingga sekarang sudah dapat ditanam ke otak manusia, televisi yang dulunya berupa tabung hingga sekarang sangat tipis. Masih banyak lagi contoh perkembangan teknologi yang terjadi secara menyeluruh. Tak ayal, kehidupan kita pun sedikit demi sedikit terpengaruh oleh kemajuan zaman yang pesat ini. Teman internet hingga kencan yang berawal dari internet sudah lazim di keseharian kita.

Bicara mengenai teman internet, kita otomatis akan teringat akan dunia sosial media, di mana setiap orang bisa menjadi siapapun dan semua orang bebas berkumpul dengan komunitasnya tanpa harus membawa diri. Kembali ke tahun 1999, di mana Andrew Darwis yang sedang studi di luar negeri—tepatnya Seattle—melihat potensi menggiurkan dari perkembangan ini, dibuatnyalah sebuah portal untuk bertukar bulu antar mahasiswa Indonesia yang tengah mengemban ilmu di luar negeri. Namanya yakni Kasak-Kusuk, yang kemudian disingkat menjadi Kaskus. Namun di saat itu, masih ada keraguan dalam hati kecilnya untuk menjadikan Kaskus sebagai sebuah ladang yang subur sebagai tempat berbisnis. Di situlah peran penting saudaranya, Ken Dean Lawadinata, muncul di waktu yang tepat. Beliau turut membesarkan Kaskus dengan meyakinkan Andrew untuk mengembangkan situsnya tersebut dan lalu menjadi co-founder website yang menaungi banyak warganet tersebut.

Andrew merupakan anak yang jenius sedari kecil. Kegemaran mengutak-atik radio dan barang elektronik lainnya diturunkan dari ayahnya yang adalah seorang pakar elektronika. Namun, tak disangka juga di kelas enam dasar, ia sempat tidak naik kelas, membuatnya berubah dari anak yang kreatif dan aktif menjadi seorang yang pemurung dan minder. Dia membatasi lingkaran pertemanannya dan berteman dekat dengan Ronald Stephanus dan Budy Dharmawan.

Andrew mengenal internet di dasawarsa 90-an. Dibekali dengan idenya yang notabene nyentrik dengan kemampuannnya, dia membuat situs web pribadi di tahun 1997. Tak ayal dia pun mengalami beberapa kendala dalam kekreativannya tersebut, seperti: internet yang saat itu tersambung dengan telepon yang berujung kemarahan ibunya karena tagihan telepon yang membengkak. Pria kelahiran 20 Juli 1979 itu sempat bersekolah di Universitas Bina Nusantara jurusan Sistem Informatika sebelum melanjutkan studinya ke beberapa universitas Seattle di Amerika Serikat.

Berbagai masalah telah beliau hadapi selama awal-awal terbentuknya Kaskus seperti server yang down, karyawan yang masih defisit, dan juga ketika ia mendalami Kaskus sebagai sebuah bisnis, ia harus menjadi sales bagi situsnya sendiri. Rasanya sulit di permulaan karena image Kaskus sempat kental dengan pornografi BB-17 sebelum munculnya UU ITE tentang peredaran tersebut. Kendati demikian, Andrew tidak menyerah. Dari buku Ken & Kaskus yang kebetulan saya baca beberapa tahun lalu, kesuksesannya bukanlah usaha individual semata. Beliau beserta timnya tidak patah semangat untuk mengiklankan Kaskus secara door-to-door. Usahanya tersebut membuahkan hasil yang manis. Tidak sampai satu tahun, Kaskus sudah dipercaya oleh client-client besar yang sebelumnya sudah mendukung Kaskus dari awal launching di Desember 2008. Lalu dua bulan kemudian diresmikan menjadi sebuah perusahaan profesional bawahan PT Darta Media Indonesia.

kaskus5

Bila kita membuka situs tersebut sekarang, sudah banyak pembagian-pembagian konten yang beragam sudah ditambahkan dalam website tersohor favorit warganet Indonesia itu. Mulai dari komik, desain, teknik informatika, hingga perpajakan. Andrew sendiri menyebutkan dengan mantab bahwa FJB (Forum Jual Beli) ialah forum yang menjadi kegemaran tiap Kaskuser, sebutan para pengguna Kaskus. Puluhan ribu barang terdaftar setiap harinya dan banyak pengguna yang memanfaatkan hal ini. Dari sinilah istilah-istilah seperti gan (juragan) diciptakan dan dipopulerkan oleh penggunanya sendiri.

Dahulu kantor Kaskus mungil hanya terletak di sebuah petak kecil yang disewa di sebuah gedung bertingkat dengan karyawan yang bisa terhitung oleh jari. Kini, Kaskus telah berkembang pesat dengan Andrew yang kini menjabat menjadi CTO. Seorang bocah yang memasuki jenjang sekolahnya di SD Tarakanita Pluit Jakarta itu sekarang telah sukses menjadi seorang wirausaha muda yang namanya kelak di

kenang hingga generasi-generasi ke depan sebagai seorang tokoh di dunia maya Indonesia dan juga salah satu entrepreneur muda yang sukses di dunia.

Tentu bukanlah hal yang mudah mencetak prestasi yang sebegitu membanggakannya, tetapi menurut saya, justru di kesulitan itulah ketangguhan dan “kebebalan” kita membelot memberontak melawan arus akan diuji. Bagi saya, Andrew Darwis merupakan contoh yang sangat baik untuk hal ini. Beliau adalah seorang tokoh yang patut diteladani semangat juangnya, baik saat dia berusaha bangkit dari keterpurukannya, juga usahanya membesarkan Kaskus yang kini sudah seperti buah hatinya sendiri. Dalam Kaskuslah tersirat jerih payah yang telah seorang Andrew Darwis lewati hingga ke titik di mana kini keduanya sudah menjadi “raja” bagi warganet Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s